Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan pada Triwulan II tahun 2025. Hal ini merujuk pada pulihnya ekonomi setelah mengalami penurunan tajam akibat penurunan produksi minyak dan gas (migas) dalam tahun sebelumnya.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada akhir 2024, pertumbuhan ekonomi Anambas tercatat minus 5,95 persen. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan teknis dan cuaca buruk yang mempengaruhi eksplorasi migas.
Perubahan Positif dalam Produksi Migas
Namun, situasi ekonomi Anambas berubah dengan cepat pada pertengahan 2025. Produksi migas, yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah, mengalami kenaikan yang cukup berarti. “Alhamdulillah, pada Triwulan II tahun 2025, produksi migas kita meningkat dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 23 persen,” ungkap Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, baru-baru ini.
Pencapaian ini merupakan kebanggaan bagi Anambas, sebab pertumbuhannya menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bahkan melebih pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang selama ini menjadi patokan utama di provinsi ini. Aneng menegaskan, “Kita perlu bangga meskipun kita masih berada di bawah Batam. Namun, jika dibandingkan dengan Natuna, hasil ini sudah sangat luar biasa.”
Kebangkitan ekonomi ini mulai terasa di tingkat masyarakat. Aktivitas di pasar tradisional semakin ramai, sektor pariwisata mengalami pertumbuhan, dan pelaksanaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali normal. “Jika pasar sudah ramai, itu artinya daya beli masyarakat meningkat, dan ini menandakan ekonomi kita mulai bergerak kembali,” tambah Aneng.
Diversifikasi Ekonomi untuk Keberlanjutan
Pendapatan daerah dari sektor migas yang meningkat memungkinkan perluasan ruang fiskal pemerintah. Bupati menyatakan bahwa tambahan pendapatan akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pendidikan, serta meningkatkan layanan kesehatan. “Namun, keberhasilan ini harus disertai dengan kesadaran untuk tidak bersantai. Penting bagi kita untuk melakukan diversifikasi ekonomi agar Anambas tidak bergantung sepenuhnya pada sektor migas,” terang Aneng.
“Kita perlu mulai memperkuat sektor lain seperti pariwisata dan perikanan. Potensi laut dan keindahan wisata bahari Anambas bisa menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan,” ia menambahkan. Kebangkitan ini memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berinovasi dan memanfaatkan kondisi yang lebih baik. Pemerintah pun siap membantu melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi rakyat.
“Yang terpenting bukan hanya angka pertumbuhan, tetapi kesejahteraan masyarakat yang nyata. Kita harus memastikan bahwa setiap warga Anambas merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi ini,” tutup Aneng.
Reporter: Ihsan Imaduddin






