Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam upaya peningkatan produksi pertanian dan perikanan. Hal ini menjadi sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi lokal di tengah tantangan yang dihadapi para petani dan nelayan.
Saat menerima audiensi dari Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di ruang kerjanya, Wagub menyampaikan kegentingan situasi pertanian dan perikanan di daerah. Dalam pertemuan ini, juga hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, yang turut menyoroti permasalahan serta potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menggenjot produksi.
Peningkatan Produksi Pertanian dan Perikanan di Kepri
Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen untuk membantu mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi oleh KTNA. Isu seperti keterbatasan alat pertanian di beberapa kabupaten serta masalah akses pupuk subsidi menjadi perhatian utama. Menurut Wagub, pengembangan pertanian harus dilakukan dengan memperhatikan kendala-kendala ini, agar petani tidak kesulitan dalam aktivitas pertanian mereka.
Misalnya, di Kabupaten Karimun, Lingga, dan Anambas, masih terdapat banyak petani yang kesulitan mendapatkan traktor untuk mengolah lahan mereka. Selain itu, tumpang tindih lahan dengan kawasan hutan lindung juga menghambat pengembangan pertanian. Wagub menekankan pentingnya mencari lokasi alternatif untuk pengembangan komoditas strategis seperti cabai, timun, dan sayuran lainnya yang dapat membantu menekan inflasi di daerah.
Strategi untuk Mengatasi Masalah Pertanian dan Perikanan
Dalam menghadapi tantangan yang ada, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah pasokan pupuk. Wagub menyoroti perlunya koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memastikan petani mendapatkan pupuk yang terjangkau dan cukup. Hal ini penting agar petani dapat menjalankan usaha dengan optimal dan menghasilkan produk yang berkualitas.
Sementara itu, Kadis Kelautan dan Perikanan Kepri, Said Sudrajat, menambahkan bahwa pemerintah provinsi juga sedang mengembangkan budidaya lobster. Kampanye ini bukan hanya semata untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan ekspor hasil laut olahan. Peluang pasar internasional terbuka lebar, terutama dengan kebijakan baru dari Tiongkok. Para pelaku usaha harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa produk laut Kepri ke pasar dunia.
Audiensi antara Wagub Nyanyang dan KTNA bukan hanya sebagai forum komunikasi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mencapai kesejahteraan petani dan nelayan. Rencana partisipasi dalam Pekan Nasional Tani Nelayan 2025 menjadi salah satu langkah kongkrit untuk menunjukkan komitmen dan eksistensi KTNA dalam sektor pertanian dan perikanan.
KTNA juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk program Masyarakat Bebas Gizi Buruk yang mendistribusikan ikan dan jagung secara rutin. Program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan masalah gizi buruk di masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh. Dengan berbagai inisiatif ini, diharapkan sektor pertanian dan perikanan di Kepulauan Riau akan terus berkembang dan memenuhi kebutuhan masyarakat.






