Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya Batam untuk membangun keberanian dalam menatap masa depan ekonomi. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Amsakar berkeyakinan bahwa Batam harus memiliki cita-cita lebih besar daripada sekadar capaian nasional, melainkan mulai menjajaki pasar regional dan internasional. Melalui Batam Investment Forum 2025 yang diadakan baru-baru ini, visi ini diungkapkan dengan jelas.
Amsakar mengungkapkan bahwa Batam harus memanfaatkan keunggulan-geografis dan sejarahnya sebagai kawasan industri yang strategis untuk perdagangan lintas batas. “Kita harus percaya diri dan tidak hanya puas dengan prestasi yang telah diraih saat ini,” tegasnya. Dalam konteks inilah, keberadaan forum investasi dianggap penting untuk membuka komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan pelaku usaha.
Strategi Batam dalam Menembus Pasar Global
Pada kesempatan tersebut, Amsakar menjelaskan bahwa posisi Batam yang geografisnya dekat dengan negara-negara tetangga memberi banyak kesempatan untuk mengembangkan hubungan dagang yang lebih luas. Ada sekitar 31 kawasan industri dan berbagai proyek strategis yang dapat dimanfaatkan untuk menarik investor. “Infrastruktur yang ada saat ini adalah tulang punggung ekonomi Batam,” ucapnya. Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi dan inovasi dalam kebijakan untuk memastikan iklim investasi yang sehat.
Dari perspektif analisis, tantangan yang dihadapi Batam terutama terkait dengan kebijakan tarif lokal yang cukup signifikan, yaitu 19 persen. Hal ini dapat berdampak kepada daya saing daerah dalam menarik investasi asing. “Jika kita tidak memperhatikan hal ini dengan serius, bisa menjadi penghalang bagi pertumbuhan investasi di Batam,” Amsakar menambahkan. Oleh karena itu, kebijakan yang mendukung investasi menjadi sangat krusial untuk dianalisis dan diperbaharui.
Kesempatan dan Tantangan di Era Global
Di era global saat ini, Batam juga harus memperhatikan revolusi industri 4.0 yang sedang berlangsung. Adanya integrasi teknologi informasi dalam proses bisnis menjadi kekuatan yang perlu dimanfaatkan. Amsakar berharap agar semua pemangku kepentingan dapat berkolaborasi lebih baik untuk menghadapi perubahan ini. “Kita ingin Batam tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga inovasi,” tegasnya.
Pemangkasan durasi pengurusan izin menjadi salah satu langkah strategis yang diambil oleh BP Batam. Dari yang awalnya bisa mencapai enam bulan, kini menjadi kurang dari 60 hari. Langkah ini merupakan upaya untuk memberikan kemudahan kepada investor, agar tidak terhambat oleh prosedur yang rumit. Dengan membuat proses ini lebih efisien, Batam berharap mampu menarik lebih banyak investor.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Amsakar mengajak semua elemen masyarakat untuk turut serta dalam memajukan Batam. “Reformasi dan inovasi harus menjadi bagian dari agenda kita bersama. Mari kita jaga keberlanjutan investasi dan tumbuh bersama menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya. Keterlibatan semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang yang ada.






