Ratusan pengemudi ojek online, mahasiswa, dan masyarakat setempat berkumpul di Alun-alun Engku Putri, Batam, untuk menggelar doa bersama dan aksi solidaritas seribu lilin. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu malam, sebagai bentuk penghormatan atas kepergian Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tewas dalam sebuah insiden kecelakaan dengan mobil taktis Brimob.
Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, di mana para peserta datang mengenakan atribut khusus dan pakaian hitam. Penyalahan lilin secara bergantian dilakukan dengan penuh khidmat, menciptakan suasana yang damai dan penuh empati. Sekitar 150 perwakilan dari berbagai komunitas ojek online hadir, termasuk Aliansi Driver Ojek Online dan Komunitas Andalan Driver Online, menunjukkan rasa solidaritas dan kepedulian satu sama lain.
Aksi Solidaritas dan Kehadiran Pejabat Daerah
Kegiatan ini bukan hanya dihadiri oleh driver ojek online, tetapi juga oleh pejabat daerah yang menunjukkan kepedulian mereka. Di antara mereka adalah Kapolda Kepri, Wali Kota Batam, dan Kapolresta Barelang. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral yang besar bagi semua peserta, sekaligus menunjukkan bahwa permasalahan ini menjadi perhatian semua kalangan.
Pada acara tersebut, salah satu perwakilan ojol, Feriyandi Tarigan, mengajak semua yang hadir untuk mendoakan arwah Affan. Ucapan tersebut mengandung makna mendalam; ketika satu individu merasa terpuruk, dampaknya dirasakan oleh semua orang di sekitarnya. Feriyandi juga menegaskan pentingnya keamanan di Batam, terutama bagi mereka yang mengandalkan profesi ini untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Pentingnya Kesadaran Bersama dan Rasa Empati
Makna di balik aksi solidaritas ini menggambarkan betapa pentingnya rasa kebersamaan dalam menghadapi situasi sulit. Melalui doa dan solidaritas, para driver ojek online tidak hanya mengenang rekan mereka yang telah pergi, tapi juga mengajak semua orang untuk lebih peduli terhadap situasi yang dapat mengancam keselamatan bersama. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut memberikan apresiasi atas aksi damai ini, menyatakan bahwa tindakan tersebut menunjukkan kedewasaan dan tanggung jawab kolektif.
Aksi ini juga menjadi pembelajaran bahwa dalam kondisi apa pun, menjaga kedamaian dan ketertiban menjadi prioritas utama. Selain itu, pembagian paket sembako kepada para pengemudi ojek online dan masyarakat yang hadir menjadi penutup yang penuh makna, memperkuat rasa kebersamaan di antara mereka. Ini adalah langkah nyata untuk saling mendukung dan menguatkan dalam masa sulit.
Aksi seribu lilin ini memperlihatkan betapa sebuah tragedi dapat menyatukan beragam kalangan, menciptakan kesadaran yang lebih tinggi tentang keselamatan. Dalam menghadapi masa depan, penting bagi kita untuk terus menjaga keamanan dan mengedepankan rasa empati antar sesama, agar tragedi serupa tidak terulang.






