Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepri saat ini sedang melanjutkan penyidikan dugaan korupsi dalam proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar. Proyek ini telah menarik perhatian publik karena potensi penyimpangan anggaran yang berimplikasi pada kerugian negara yang cukup signifikan.
Menariknya, saat ini pihak penyidik masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai besaran kerugian tersebut. Hasil ini sangat penting untuk langkah selanjutnya dalam penanganan kasus ini.
Penyidik Mengumpulkan Bukti Sementara
Kombes Silverster Simamora, selaku Dirkrimsus Polda Kepri, menegaskan bahwa kepastian dari BPK menjadi elemen krusial dalam kelanjutan proses hukum di proyek ini. “Kami masih menunggu, diharapkan hasilnya sudah tersedia akhir bulan ini,” ucapnya optimis. Namun, ia juga mengakui tidak dapat mendesak BPK, karena proses audit adalah wewenang lembaga tersebut.
Hingga saat ini, pihak penyidik tidak menerapkan langkah pencekalan kepada individu-individu yang terlibat. Hal ini disebabkan karena belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Proses penyidikan tetap berlanjut meskipun belum ada langkah hukum yang signifikan diambil.
Progres Penyidikan dan Penanganan Kasus
Sementara itu, Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, Paksi, mengungkapkan bahwa 160 saksi telah diperiksa sejauh ini. Meskipun berada dalam fase pengumpulan bukti, penyidik tetap optimis tentang prospek penyelesaian kasus ini. Pada tanggal 19 Maret, penyidik melakukan penggeledahan di kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mendapatkan dokumen dan barang bukti lebih lanjut yang berkaitan dengan proyek ini.
Lebih lanjut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri juga telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Polda Kepri. Dalam dokumen tersebut terdapat nama-nama yang terlapor, termasuk beberapa ASN dan pegawai BUMN. Walaupun sudah ada pelaporan, status mereka masih terlapor dan belum ada penetapan tersangka, yang menunjukkan kompleksitas kasus ini.
Proyek revitalisasi Dermaga Utara Batuampar menjadi sorotan, karena diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik di Batam dan kawasan sekitarnya. Namun, adanya dugaan penyimpangan anggaran menimbulkan keraguan akan keberhasilan dan tujuan awal proyek tersebut. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat tentang transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik.
(* Pemberitaan ini disusun dengan sumber informasi yang relevan untuk memberikan pemahaman lebih lengkap mengenai kasus ini.)
Reporter: Yashinta






