Arus penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, mengalami lonjakan yang signifikan selama periode libur Natal 2025. Pada Kamis (25/12), tercatat sebanyak 1.093 penumpang masuk melalui pelabuhan ini.
Jumlah ini menunjukkan peningkatan yang mencolok dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 746 penumpang. Lonjakan ini mencerminkan antusiasme masyarakat serta wisatawan yang memanfaatkan momen libur Natal untuk melakukan perjalanan.
Peningkatan Arus Penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi
Kepala Kantor UPP Kelas I Tanjunguban, Hotman Tua CH Pangaribuan, melalui Kepala Pos Kerja Pelabuhan Bulang Linggi, Rahmat, menyatakan bahwa peningkatan penumpang mencapai sekitar 22 persen pada periode yang sama dibandingkan tahun lalu.
“Peningkatan paling signifikan terjadi pada tanggal 25 Desember,” ujar Rahmat saat di temui di Pos Pelabuhan Bulang Linggi. Hal ini menjadi perhatian penting mengingat pertumbuhan yang stabil dalam sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat di daerah tersebut.
Lonjakan juga terjadi pada jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Bulang Linggi. Pada hari yang sama, tercatat 1.094 penumpang berangkat, meningkat dari 664 penumpang pada periode Natal tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang memilih untuk menggunakan jasa transportasi laut dalam merayakan liburan mereka.
Analisis Tren dan Prediksi Arus Penumpang
Melihat data dari hari-hari sebelum Natal, arus penumpang menunjukkan tren kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. Pada Rabu (24/12), jumlah penumpang yang tiba tercatat 858 orang, naik dari 812 orang pada periode yang sama tahun lalu. Dengan dinamika arus yang meningkat, terlihat bahwa masyarakat mulai merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.
Rahmat menjelaskan bahwa lonjakan arus penumpang didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan liburan Natal untuk wisata, termasuk rombongan wisatawan mancanegara. “Cukup banyak rombongan wisatawan dari Malaysia yang datang untuk liburan,” katanya. Hal ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, termasuk sektor industri perhotelan dan kuliner.
Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, pihaknya memprediksi arus penumpang berpotensi meningkat, terutama pada tanggal 1 Januari 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat cenderung melanjutkan tradisi berlibur sekaligus merayakan pergantian tahun.
Dari sisi keselamatan, Rahmat memastikan semua kapal yang beroperasi telah melewati pemeriksaan kelaikan dan kelengkapan alat keselamatan pelayaran sebelum masa libur Natal. “Ketersediaan armada cukup.” Bahkan, kapal bisa diberangkatkan segera saat penumpang penuh tanpa melanggar batas kapasitas aman. Menariknya, speedboat bisa berangkat setiap 10 menit, memberikan kenyamanan bagi penumpang yang ingin bepergian.
Ia juga mengingatkan kepada para penumpang agar tidak memaksakan diri untuk naik kapal apabila kuota telah terpenuhi, guna menjaga keselamatan saat pelayaran. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama, terutama dengan tingginya arus penumpang saat liburan.






