Mantan Pejabat (PJ) Bupati Anambas dua periode, Eko Sumbaryadi, baru-baru ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam di kalangan masyarakat Anambas.
Pria yang lahir pada 17 November 1963 ini dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dan dekat dengan rakyat. Dikenal luas sebagai sosok yang merakyat, berita tentang kepergiannya rasanya seperti gelombang duka yang merambat cepat, menyentuh hati warga yang menghargai dedikasinya.
Perjalanan Karir Eko Sumbaryadi
Karir Eko Sumbaryadi dimulai sebagai PJ Bupati Anambas pada tahun 2015, saat dilantik oleh Gubernur Kepri yang saat itu, almarhum Muhammad Sani. Selama menjabat, Eko berhasil menjaga stabilitas daerah, terutama dalam menghadapi potensi konflik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2015 dan 2020.
Pengalaman Eko dalam pemerintahan tidak hanya terbatas di Anambas. Ia juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial dan Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) di Provinsi Kepulauan Riau. Melalui setiap posisi yang diembannya, Eko menunjukkan dedikasi tinggi dan komitmen terhadap pengabdian masyarakat.
Penghormatan Terhadap Warisan Eko Sumbaryadi
Kepergian Eko menyisakan luka mendalam bagi banyak orang. Masyarakat Anambas bahkan mengusulkan untuk memberi nama salah satu jalan di daerah tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum. Usulan ini mencerminkan rasa terima kasih dan pengakuan atas segala kontribusi yang telah diberikan Eko selama hidupnya.
Bupati Anambas, Aneng, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kehilangan ini. Ia menyatakan bahwa almarhum adalah seorang birokrat yang tulus dalam mengabdi untuk masyarakat. Rencana penamaan jalan atas nama Eko akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD Anambas, menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak akan pernah dilupakan.
Dalam setiap kesedihan, ada pelajaran yang dapat diambil. Tradisi menghormati mereka yang telah pergi dengan cara yang penuh makna, seperti penamaan jalan, ternyata sangat penting bagi identitas dan sejarah suatu komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa meski Eko Sumbaryadi telah pergi, warisannya akan terus hidup di hati masyarakat yang pernah merasakan kehadirannya.






