Dalam upaya menjaga keselamatan di jalan raya, Komisi III DPRD melakukan inspeksi mendadak di Simpang Tiban Vitka, Sekupang, setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa. Kejadian ini bukan yang pertama, melainkan sudah kali kedua, dan puncaknya adalah kondisi kendaraan yang mengalami rem blong.
Menghadapi situasi berbahaya ini, Anggota Komisi III, Rizky Aji Perdana, menyatakan bahwa sidak ini merupakan respons cepat untuk mencari solusi dan mencegah agar kecelakaan serupa tidak terulang. Kecelakaan yang terjadi sudah cukup membuat resah warga, dan tindakan pencegahan perlu segera dilakukan.
Langkah-langkah Keamanan Lalu Lintas di Simpang Vitka
Peninjauan lapangan oleh Komisi III bersama Dinas Perhubungan dan Satlantas menunjukkan perlunya pembangunan zona penyelamat untuk mengurangi resiko kecelakaan. Zona ini berfungsi sebagai jalur alternatif bagi kendaraan yang mengalami masalah, mirip dengan praktik yang sudah diterapkan di sejumlah ruas jalan tol di Pulau Jawa.
Membangun zona penyelamat di lokasi tersebut adalah langkah penting. Dengan demikian, kendaraan yang mengalami rem blong dapat diarahkan ke jalur yang lebih aman, mengurangi kemungkinan menabrak pengguna jalan lainnya. Penempatan zona seperti ini diharapkan dapat meminimalkan potensi kecelakaan di masa mendatang.
Rekomendasi Lain untuk Meningkatkan Keselamatan Jalan
Selain zona penyelamat, sejumlah rekomendasi lain juga muncul dari hasil sidak. Pendirian pos polisi di kawasan tersebut dianggap penting untuk memberikan efek psikologis kepada pengendara agar lebih tertib dan disiplin. Dengan adanya pengawasan, diharapkan pengendara bisa lebih berhati-hati dan tidak melanggar aturan lalu lintas.
Rekomendasi kedua adalah pemasangan blokade besi di zebra cross jalur tengah, terutama di sisi bahu jalan arah Cipta Land. Ini penting karena dua kecelakaan sebelumnya sering menimpa pejalan kaki yang berada di sisi tersebut. Upaya ini dirasa perlu untuk melindungi pengguna jalan dari kecelakaan.
Terakhir, penataan ulang rambu lalu lintas di jalur tanjakan dari arah Sekupang sangat diperlukan. Agar kendaraan besar bisa diarahkan ke jalur kiri sejak tanjakan, bukan jalur kanan, dengan demikian, jika terjadi masalah rem blong, kendaraan bisa langsung diarahkan ke zona penyelamat tanpa mengganggu arus lalu lintas lainnya.
Rizky Aji Perdana menegaskan bahwa semua rekomendasi ini akan segera dilaporkan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Rapat bersama BP Batam pun direncanakan, mengingat lahan di sekitar lokasi berada di bawah kewenangan mereka. Kecepatan dalam mengimplementasikan semua langkah ini diharapkan agar keselamatan di Simpang Vitka menjadi prioritas utama.
Dalam minggu ini, Dinas Perhubungan akan melakukan sosialisasi penerapan contraflow untuk mencegah kendaraan besar menggunakan jalur kanan. Dengan langkah proaktif ini, diharapkan akan menjamin keselamatan pengguna jalan serta mencegah terjadinya kasus serupa. Semua langkah ini diharapkan dapat mencegah jatuhnya korban lebih lanjut akibat kecelakaan dalam waktu dekat. “Kami ingin masyarakat aman berkendara, jangan sampai ada korban berikutnya,” tegas Rizky.






