Janice Tjen akan bertanding melawan Emma Raducanu di babak kedua US Open 2025. Pertandingan ini sangat dinanti, karena Janice menganggap Emma sebagai sosok yang menginspirasi dirinya. Menjadi salah satu petenis berbakat Indonesia, Janice semakin mencuri perhatian setelah berhasil menembus babak kedua dalam sebuah turnamen Grand Slam.
Dalam pertandingan sebelumnya, Janice meraih kemenangan mengesankan melawanunggulan ke-24, Veronika Kudermetova. Ia memenangkan pertarungan tersebut dengan skor 6-4, 4-6, 6-4, menunjukkan kematangan dan keterampilan di lapangan. Pertandingan berlangsung di hard court USTA Billie Jean King Tennis Center dan mencuri waktu dua jam 12 menit. Performanya sangat mengesankan, didukung oleh servis kuat dan 26 winner yang diciptakannya.
Kemampuan Janice Tjen dalam Pertandingan
Pertandingan ini menunjukkan kemampuan luar biasa Janice Tjen dalam menghadapi tekanan. Dia berhasil mengeksekusi strategi permainan yang telah disiapkan dengan pelatihnya. Dalam jumpa pers, Janice menyebutkan bahwa fokus dan ketenangan sangat penting dalam pertandingan, terutama di set ketiga. Kemenangan atas Kudermetova tidak hanya membanggakan dirinya tetapi juga menghormati prestasi legendanya, Yayuk Basuki, yang juga mencapai babak kedua di turnamen ini.
Bukan hanya prestasi yang menggembirakan, tetapi kemenangan ini juga mengakhiri penantian panjang bagi petenis tunggal putri Indonesia dalam meraih kemenangan di turnamen grand slam setelah Angelique Widjaja pada tahun 2003. Janice sendiri tidak kuasa menahan emosinya dan merasa sangat bersyukur atas pencapaiannya. Pelatihnya pun mengatakan betapa bangganya dia melihat permainan yang telah direncanakan berjalan sesuai harapan.
Janice Tjen kini bersiap untuk tantangan besar melawan Emma Raducanu, juara US Open 2021. Pertandingan ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi Janice, melainkan sebuah kesempatan langka untuk bermain melawan salah satu petenis hebat dunia. Emma, yang sebelumnya menang melawan Ena Shibahara dengan skor 6-1, 6-2, sudah menunjukkan performa yang mengesankan. Janice mengaku bahwa Emma sangat menginspirasi baginya, dan saat Emma menjuarai US Open tahun lalu, dia tengah mengalami cedera dan hanya bisa menyaksikan dari jauh.
Janice Tjen menganggap bahwa laga melawan Emma adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuannya ke pentas dunia. Dia berharap bisa memberikan penampilan yang terbaik serta menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang telah dia lakukan. Dengan semangat dan kemampuan yang dimilikinya, Janice bertekad untuk menambah catatan positif dalam karir tenisnya.






