Pemadaman listrik selama lima jam di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada 16 Oktober 2025, menimbulkan dampak luar biasa bagi aktivitas medis di RSUD Tarempa. Insiden tersebut menggambarkan betapa pentingnya sistem kelistrikan yang dapat diandalkan dalam fasilitas kesehatan, terutama saat keadaan darurat.
Dalam situasi ini, listrik terputus sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WIB, menyisakan banyak pertanyaan tentang efektivitas manajemen krisis dalam lembaga kesehatan. Ketidakberfungsian mesin genset yang seharusnya menjadi penopang dalam situasi darurat semakin memperburuk keadaan. Sejumlah pasien dan keluarga berada dalam ketakutan, menggambarkan kepentingan utama akses terhadap pelayanan kesehatan yang stabil dan terpercaya.
Dampak Pemadaman Listrik Terhadap Kegiatan Medis
Ketika pemadaman terjadi, RSUD Tarempa mengalami kekacauan total. Ruang perawatan yang seharusnya aman dan nyaman berubah menjadi tempat yang mencekam bagi pasien. Dengan lampu mati, pendingin udara tidak berfungsi, dan alat medis yang terhenti opersionalnya, situasi menjadi krisis yang tidak terduga. Keluarga pasien terlihat berusaha membantu dalam keterbatasan, menggunakan senter dan kipas dari kertas untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Hanafi, salah satu keluarga pasien, mengungkapkan bahwa adiknya mengalami sesak napas akibat mesin oksigen yang tidak berfungsi. Situasi ini sangat menegangkan, dan gambaran nyata pemadaman listrik yang tidak hanya mengganggu perawatan tetapi juga bisa membawa risiko jiwa.
Strategi untuk Meningkatkan Keandalan Sistem Energi Medis
Direktur RSUD Tarempa, Rini Gumalasari, menyatakan bahwa kerusakan teknis pada genset menjadi penyebab utama terjadinya masalah ini. Walaupun bahan bakar cadangan sudah tersedia, genset tersebut tetap gagal dihidupkan. Situasi ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk manajemen rumah sakit dalam memperkuat sistem cadangan daya. Rini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem darurat dan perawatan rutin peralatan vital.
Untuk mencegah peristiwa serupa di masa depan, RSUD Tarempa berencana menambah unit genset cadangan dan memperbaiki unit yang ada agar pelayanan terus berjalan tanpa gangguan. Keselamatan pasien adalah prioritas utama, dan mereka berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Enhancing systems like this shows unity between patient welfare and operational reliability, ensuring peace of mind among both medical staff and families.
Situasi ini juga mendorong pemangku kebijakan setempat untuk menyusun strategi yang lebih komprehensif terkait kelistrikan di fasilitas kesehatan. Dengan demikian, diharapkan, tidak ada lagi pasien yang harus mengalami krisis di tengah krisis yang lebih besar. Pastikan bahwa sistem cadangan daya yang dapat diandalkan adalah bagian tak terpisahkan dari setiap rumah sakit di wilayah terkendala seperti Pulau Siantan.






