Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya peran guru dan kepala sekolah dalam membentuk masa depan kota. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam pembangunan Batam yang tidak hanya diukur dari infrastruktur semata, tetapi juga dari kualitas tenaga pendidiknya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan para kepala sekolah di Ballroom Harmoni One Hotel. Amsakar menyampaikan keyakinannya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk masa depan lebih baik. Melalui pendidikan yang tepat, ia percaya bahwa Batam bisa mencapai kemajuan yang signifikan.
Pentingnya Pendidikan dalam Pembangunan Kota
Dari perspektif Amsakar, kesuksesan tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik tetapi juga dari kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakat. Dalam pandangannya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan membawa dampak positif bagi generasi mendatang. “Kalau ingin Batam yang lebih baik, sangat bergantung pada guru dan kepala sekolah” ucapnya. Ini menunjukkan bahwa pemimpin daerah memiliki visi jauh ke depan dengan pendidikan sebagai landasan kunci.
Amsakar juga mengutip ayat pertama Al-Qur’an, “iqra’ bismirabbikalladzi khalaq,” yang menyoroti pentingnya membaca dan mencari ilmu. Dalam pandangan agama, pengetahuan memiliki posisi yang sangat tinggi dan perlu dibudayakan di masyarakat. Membangun Batam ke arah yang lebih baik, menurutnya, tidak terlepas dari menciptakan individu yang berilmu dan berakhlak.
Strategi Menuju Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Amsakar mengungkapkan tiga konsep pembangunan yang harus diterapkan: pertama, mengadakan yang belum ada; kedua, meningkatkan yang terbatas; dan ketiga, memberdayakan. Tiga aspek ini, menurutnya, akan berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menghasilkan lulusan yang siap bersaing. “Semua itu bergantung kepada bapak/ibu kepala sekolah,” tegasnya.
Amsakar juga menekankan perlunya desain pendidikan yang terencana untuk meningkatkan daya saing anak-anak Batam. “Tanpa perencanaan yang baik, sulit bagi kita untuk berbicara tentang kompetitivitas daerah,” katanya. Desain yang baik akan memastikan bahwa siswa menerima kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan demikian, kepala sekolah dan guru harus menjadi arsitek yang menyusun kurikulum yang relevan dan aplikatif.
Di samping itu, Amsakar memperingatkan agar kepala sekolah tidak terjebak dalam politik praktis. Kemandirian dalam menjalankan pendidikan harus diutamakan agar generasi muda dapat tumbuh optimal. “Masa depan Batam bergantung pada anak-anak Batam jika pendidikan tidak ternodai oleh kepentingan politik,” pesannya.






