Pasangan ganda putra Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin berhasil melenggang ke perempat final ajang Indonesia Masters 2026. Pertandingan mereka kali ini akan kembali menghadapkan mereka dengan duet senior Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, yang tentunya akan menjadi momen menegangkan bagi kedua tim.
Dalam pertandingan babak kedua, Raymond dan Joaquin menampilkan performa yang mengesankan dengan berhasil menundukkan pasangan unggulan delapan dari Taiwan, Lee Jhe-Huei dan Yang Po-Hsuan, dalam duel yang ketat. Mereka memenangkan pertandingan dengan skor 14-21, 21-18, dan 22-20. Ini adalah momen penting bagi kedua pemain muda ini, terutama di depan pendukung yang memadati Istora Senayan.
Kepastian Langkah ke Perempat Final
Kemenangan Raymond dan Joaquin dalam babak kedua membuktikan kemampuan dan mental juara mereka. Dalam laga yang berlangsung, meskipun sempat tertekan, mereka tetap fokus dan tak gentar menghadapi tekanan dari lawan. “Tadi kita sudah main, saya rasa mainnya all out, kita nggak main baik di poin-poin terakhir memang kita sudah ketinggalan poin,” ungkap Raymond usai pertandingan.
Strategi mereka untuk tetap bermain dengan keberanian menjadi kunci penting di momen-momen kritis. Joaquin menambahkan, “Cuma tadi kalau saya mikirnya, kita mikirnya kayak nekat aja udah. Karena kan sudah golden poin, jadi kita kayak nekat aja udah.” Ini adalah contoh nyata dari bagaimana mentalitas bertanding yang kuat dapat membawa pemain melewati momen sulit dan menghasilkan kemenangan.
Persaingan yang Semakin Menarik
Dengan hasil ini, Raymond dan Joaquin kini bersiap untuk menghadapi senior mereka, Fajar dan Fikri, di perempat final. Ini merupakan pertemuan kedua bagi keduanya, setelah sebelumnya Raymond dan Joaquin keluar sebagai pemenang dalam laga final Australia Open 2025. Di pertandingan tersebut, mereka berhasil meraih gelar juara dengan kemenangan 22-20, 10-21, dan 21-18.
Namun, keduanya menyadari bahwa pertemuan di perempat final kali ini berbeda. Joaquin mengungkapkan bahwa kondisi pertandingan dan pengalaman akan mempengaruhi hasil. “Yang pasti ada berbeda terutama arah angin. Kalau di sini kencang anginnya kalau di Australia lebih minimal. Mereka lebih berpengalaman soal ini. Tapi belum bisa menjawab [lebih lanjut] soal itu,” ucap Joaquin, menekankan peluang dan tantangan yang berbeda di setiap pertandingan.
Kedua pemain muda ini menunjukkan semangat yang tinggi untuk bertanding melawan tim yang memiliki pengalaman lebih banyak. “Jujur ingin lawan senior karena ini di pertandingan. Saya ingin banget lawan mereka. Kalau di latihan kan enggak enak karena senior. Kalau di pertandingan sudah bodo amat. Jadi makanya ini momen yang saya tunggu, saya ingin menang lawan ranking tiga itu,” tambah Joaquin dengan penuh semangat.
Raymond pun sependapat, bahwa menghadapi senior di arena pertandingan merupakan pengalaman yang berharga dan tidak bisa disia-siakan. “Mungkin latihan masih ada enggak enaknya kalau sama mereka. Kalau di pertandingan lebih bebas, kalau mereka berkehendak apa ya tergantung service judge dan wasit. Lebih nothing to lose saja,” kata Raymond menegaskan mentalitas positif mereka menjelang pertandingan yang akan datang.






