Malam yang cerah di Alun-alun Engku Putri, Batam, pada hari Sabtu (20/12), menjadi panggung perayaan bagi ribuan warga yang berkumpul untuk menyaksikan penampilan spesial Budi Doremi. Dalam acara perayaan Hari Jadi Kota Batam yang ke-196 ini, suasana hangat dan syahdu langsung terasa saat Budi melangkah ke atas panggung.
Dengan sederhana namun menarik, Budi Doremi memikat ribuan penonton yang hadir. Suara khasnya, yang dikenal lewat lagu “Melukis Senja,” berpadu harmonis dengan petikan gitar dan gesekan biola, menciptakan suasana yang intim di bawah bintang-bintang malam. Semangat penonton pun sangat terasa, mereka bersorak dan bertepuk tangan sejak lagu pertama dibawakan.
Pesan Cinta dalam Setiap Lagu
Setiap lagu yang dinyanyikan Budi bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga membawa pesan yang mendalam. Budi menyapa para petinggi daerah yang hadir, termasuk Wali Kota Batam. Ia mengungkapkan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari momen penting ini.
Dengan penuh kelembutan, Budi menyampaikan, “Terima kasih sudah mengundang saya untuk tampil di acara ulang tahun Batam.” Tepuk tangan meriah menyambut ucapannya, menandakan sambutan hangat dari masyarakat. Tak lupa, ia juga mengingatkan kita akan usia panjang Batam yang sudah 196 tahun, dengan ajakan untuk bersama bernyanyi malam itu.
Dampak Emosional dari Penampilan
Saat Budi memperkenalkan lagu “Melukis Senja,” suasana seketika tenang. Ia menjelaskan bagaimana lagu ini merupakan doa bagi dirinya dan seluruh masyarakat. Sebuah harapan agar Batam semakin maju dan terbuka banyak lapangan kerja. Momen ini menunjukkan kedekatan emosional antara musisi dan penonton.
Dari berbagai sudut penonton, tampak banyak yang ikut bernyanyi, mengabadikan momen ini dengan ponsel, seolah melupakan waktu yang berjalan. Ini adalah bukti nyata bahwa musik memang dapat menyatukan jiwa. Melanjutkan penampilan, Budi menyanyikan lagu “Sekali Pandang,” yang berisi pesan kuat tentang pelestarian kekayaan budaya Melayu. Pesan ini seakan memberi kita refleksi akan identitas dan kebanggaan lokal.
Di akhirnya, penampilan Budi ditutup dengan lagu “12345,” menambahkan keceriaan dalam suasana perayaan. Dengan tulus, ia kembali mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah setempat atas sambutan yang begitu hangat selama acara. Tepuk tangan panjang sebagai tanda penghargaan dari penonton menandakan bahwa Budi Doremi telah berhasil menyampaikan pesan melalui musiknya dengan sangat baik.
Secara keseluruhan, perayaan tersebut tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga ikatan emosional antara masyarakat dan artis. Suasana hangat, penuh rasa berbagi, telah menjadikan hari itu sebuah perayaan yang tak terlupakan.






