Operasi Lilin dalam upaya untuk menjaga keamanan selama perayaan Natal dan tahun baru kembali dilaksanakan. Kegiatan ini, yang dimulai pada 20 Desember 2025 dan berlangsung selama 14 hari hingga 2 Januari 2026, melibatkan sebanyak 146.701 personel yang siap menjaga keamanan masyarakat.
Apel Gelar Pasukan diadakan di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, di bawah pimpinan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Melalui acara ini, pihak kepolisian menjamin kehadiran yang nyata dalam memberikan rasa aman di momen penting ini. “Operasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk menyediakan rasa nyaman kepada masyarakat saat beribadah serta saat merayakan,” jelas seorang pejabat tinggi kepolisian yang memimpin kegiatan tersebut.
Strategi Pengamanan yang Diterapkan
Dalam rangka Operasi Lilin 2025, pihak kepolisian menekankan bahwa tugas mereka tidak hanya sekadar menjaga keamanan, tetapi juga berupaya membangun interaksi positif dengan masyarakat. Upaya ini dilakukan lewat pendekatan humanis agar masyarakat merasakan kehadiran dan dukungan polisi dalam menjaga ketertiban.
Melalui strategi ini, Polri tidak berjalan sendirian. TNI, Kementerian Perhubungan, dan instansi lainnya turut berpartisipasi, bersama dengan aparat daerah setempat untuk melaksanakan pengamanan di titik-titik penting. Innovations seperti pemetaan titik-titik rawan kemacetan menjadi fokus utama, terutama di daerah dengan volume lalu lintas yang tinggi di jalur pulau Jawa.
Persiapan Menyambut Lonjakan Pengunjung
Dari data yang dihimpun, potensi pergerakan masyarakat selama libur Natal dan tahun baru dihotong terjadi peningkatan 7,9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan perhitungan, sekitar 119,5 juta orang diprediksi akan merayakan Natal dan tahun baru, menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun lalu. Hal ini menyiratkan perlunya pengelolaan yang baik terhadap fasilitas umum dan pengamanan di tempat-tempat like gereja, pusat perbelanjaan, dan tempat rekreasi.
Untuk itu, Polri akan menyiapkan 2.903 posko yang terdiri dari berbagai jenis pos, mulai dari pengamanan hingga pelayanan, untuk menjamin bahwa semua aspek dipantau dan diawasi dengan maksimal. Pembuatan posko strategis ini bertujuan untuk memberikan layanan yang cepat kepada masyarakat dan menanggapi kebutuhan mereka saat merayakan kebersamaan pada momen spesial ini.
Koordinasi antar instansi dan pemanfaatan teknologi modern juga dioptimalkan, termasuk penggunaan sistem smart city untuk memantau dan mengurai potensi kemacetan. Dengan segala persiapan yang dilakukan, diharapkan masyarakat dapat menjalani libur mereka dengan aman dan nyaman.
Operasi Lilin 2025 bukan hanya sekedar tindakan pengamanan, tetapi juga representasi dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Keberadaan petugas di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat, sehingga mereka dapat lebih fokus menikmati momen perayaan dengan keluarga dan teman. Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga.






