Kapal pengangkut sembako yang dikenal sebagai KM Murni Jaya, mengalami insiden kandas di perairan Desa Air Putih, Kecamatan Siantan Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada malam hari Selasa (2/12). Kapal tersebut berlayar dari Kijang, Kabupaten Bintan, dan dikabarkan membawa muatan yang melebihi kapasitas yang seharusnya.
Keberangkatan kapal dilakukan pada Senin (1/12) pukul 23.00 WIB dengan membawa berbagai kebutuhan pokok dan barang kiriman untuk masyarakat Anambas. Namun, saat melintas di selat Desa Air Putih, kapal tersebut naik ke atas karang dan miring ke sisi kanan, sebuah kejadian yang seharusnya bisa dihindari.
Proses Kandasnya Kapal dan Tindakan Darurat
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 WIB, saat kapal melintas di selat Desa Air Putih. Menurut Kasat Polairud Polres Anambas, Iptu Parlindungan Hasibuan, kapal tersebut mengidap masalah navigasi. Seiring dengan kejadian itu, nakhoda langsung memerintahkan Anak Buah Kapal (ABK) untuk mengurangi muatan guna mengembalikan stabilitas kapal. Beberapa barang terpaksa dibuang ke laut demi keselamatan, sementara sisa muatan lainnya diamankan ke lokasi yang lebih aman.
Tim Polairud Polres Anambas tiba di lokasi kejadian pada Rabu siang sekitar pukul 12.45 WIB. Mereka berperan aktif dalam upaya evakuasi dan penyelamatan kapal yang terjebak tersebut. Pihak berwenang berharap kapal bisa kembali ke posisi semula dengan menunggu air pasang yang diperkirakan terjadi pada pukul 20.30 WIB. Strategi penanganan ini melibatkan pengangkatan lambung kapal yang terjebak di atas karang.
Pentingnya Navigasi yang Baik dan Keselamatan Pelayaran
Mencermati kejadian ini, dugaan sementara penyebab kapal kandas adalah kurangnya navigasi yang tepat serta perhitungan yang keliru dari nakhoda terkait kondisi perairan berbatu karang. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pihak terkait, karena risiko kecelakaan di laut dapat meningkat dengan kapal yang membawa muatan berlebih.
Hasibuan menekankan pentingnya disiplin dari nakhoda dan agen kapal dalam mengatur batas muatan. Ditegaskannya, keuntungan jangka pendek tidak sebanding dengan risiko keselamatan yang dihadapi. Sebelum berangkat, nakhoda juga harus memperhatikan prediksi cuaca dari BMKG agar perjalanan bisa lebih aman dan terencana.
Untungnya, fenomena kurang menguntungkan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, insiden tersebut kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya keselamatan pelayaran, terutama di wilayah perairan Anambas yang terkenal akan banyaknya karang. Kesadaran dan kepatuhan terhadap keselamatan sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.






