Sebuah pelanggaran lalu lintas yang sering kali diabaikan adalah tidak menggunakan sabuk keselamatan, dan ini menjadi sorotan utama dalam Operasi Zebra Seligi 2025 di Bintan. Operasi yang berlangsung selama dua pekan ini resmi ditutup pada 30 November.
Pada operasi kali ini, terungkap bahwa pelanggaran terbesar berasal dari pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk keselamatan. Apakah kita sadar betapa pentingnya keselamatan dalam berkendara?
Pelanggaran Terbanyak: Sabuk Keselamatan
Dalam pelaksanaan Operasi Zebra Seligi 2025, tercatat total 422 pelanggar yang mendapatkan teguran. Dari angka ini, 309 di antaranya adalah pengendara roda dua dan 113 pengemudi roda empat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran pengemudi masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam penggunaan sabuk keselamatan.
Menurut Kasat Lantas Polres Bintan, Iptu Yelvis Oktaviano, pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan mendominasi laporan selama operasi. Angka pelanggaran yang terjadi pada tahun ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2024, di mana jumlah pelanggaran mencapai 753. Penurunan sebesar 331 pelanggaran atau setara 44 persen ini bisa dianggap sebagai langkah positif dalam upaya meningkatkan keselamatan di jalan raya.
Strategi Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas
Menariknya, Operasi Zebra Seligi 2025 juga membuahkan hasil lain yang tidak kalah penting. Selama periode berlangsung, tidak ada kasus kecelakaan yang terlaporkan, dan jumlah tilang turun hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu terdapat tujuh tilang, sementara tahun ini tidak ada sama sekali.
Data mengenai kegiatan yang dilakukan selama operasi menunjukkan adanya 377 kegiatan dari masing-masing satuan tugas. Ini adalah peningkatan yang signifikan dibanding tahun lalu yang hanya mencatat 189 kegiatan. Tentu saja, ini menjadi indikasi bahwa penegakan hukum yang lebih baik dan upaya sosial untuk meningkatkan kesadaran pengemudi bisa memberikan dampak positif bagi keselamatan bersama.
Yelvis juga mengimbau agar masyarakat tetap menjaga perilaku tertib berlalu lintas bahkan setelah operasi selesai. Mengingat keselamatan adalah tanggung jawab bersama, pengendara diharapkan selalu melengkapi surat kendaraan dan berfokus saat berkendara. Mengabaikan aturan lalu lintas bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain di jalan.
“Kami berharap pengguna jalan tetap patuhi aturan, hati-hati, dan fokus dalam berkendara,” imbaunya. Kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.






