Baru-baru ini, PT Pertamina Energy Terminal (PET) mengadakan sebuah acara penting untuk memperdalam hubungan dengan media di Kepri. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan fungsi strategis Integrated Terminal Tanjung Uban (ITTU) dalam menjaga ketahanan energi nasional dan menjelaskan berbagai program tanggung jawab sosial yang dilakukan di wilayah tersebut. Dalam era yang serba cepat, kolaborasi antara korporasi dan media sangat dibutuhkan.
Kami mungkin sering mendengar tentang pentingnya energi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tahukah Anda bahwa ada upaya serius di balik pengelolaan energi tersebut? Acara ini dibuka oleh Terminal Manager ITTU, Yohannes M. Sianturi, yang menjelaskan bahwa Pertamina ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka. Hal ini bertujuan agar publik memahami program-program CSR yang berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Strategi Pertamina dalam Program Tanggung Jawab Sosial
Program CSR yang dijalankan Pertamina terdiri dari beberapa inisiatif, termasuk Kolaborasi Nelayan, Kolaborasi Berdaya Pangan, dan Kolaborasi Bersih. Setiap program memiliki fokus yang berbeda, namun keseluruhannya diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yohannes mengungkapkan pentingnya melibatkan media dalam proses ini agar mereka bisa memberi masukan terkait pelaksanaan program yang lebih berkualitas.
Data menunjukkan bahwa dampak aktivitas CSR dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Misalnya, pada tahun ini, tiga program besar telah diluncurkan. Setiap program ini memiliki banyak kegiatan turunan yang menyentuh langsung masyarakat, seperti pemberdayaan nelayan dan lingkungan. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana Pertamina berkomitmen untuk membantu masyarakat lokal.
Rencana Masa Depan dan Komitmen Pertamina
Menariknya, Pertamina juga merencanakan program jangka panjang, yang akan lebih fokus pada isu stunting dan gizi di masyarakat sekitar. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka untuk memastikan semua masyarakat mendapatkan makanan bergizi, terutama anak-anak. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah produk makanan berbahan dasar ikan yang berbentuk cookies. ini menunjukkan usaha Pertamina untuk mencapai visi keberlanjutan dan pembangunan manusia.
Saat acara, Manager Legal & Relation PET, Fety Zaniar, juga memberikan penjelasan tentang sejarah dan struktur organisasi PET. Sejak berdiri pada tahun 1988, Pertamina telah mengalami berbagai perubahan untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan. Saat ini, PET mengelola beberapa terminal energi strategis, termasuk ITTU. Komitmen untuk membangun terminal energi berkelas dunia ditunjukkan dengan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
Dalam sesi diskusi, sejumlah masukan dari masyarakat juga diterima Pertamina, menunjukkan keinginan untuk memahami kebutuhan lokal. Rekayasa sosial ini dapat membantu banyak pihak, termasuk penyandang disabilitas dan produk UMKM lokal agar lebih dikenal luas. Pertamina siap bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas produk lokal agar bisa bersaing di pasar.
Dengan sesi tanya jawab yang interaktif, diharapkan hubungan antara Pertamina dan media, serta masyarakat sekitar, semakin erat. Pertamina berharap semua aktivitas mereka dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar. Ini adalah langkah strategis untuk membangun keterbukaan dan kolaborasi yang produktif dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.






