Formula 1 akhir pekan ini akan menggelar balapan di Circuit Gilles Villeneuve Montreal, Canada. Balapan ke-10 di kalender 2025 ini tentu akan menyajikan pertarungan yang mengesankan. Salah satu balapan yang paling diingat adalah GP Kanada tahun 2011, di mana Jenson Button keluar sebagai juara dengan tim McLaren Mercedesnya.
Balapan ini dimulai dengan Sebastian Vettel dari tim Red Bull Racing yang meraih pole position, sementara Jenson Button yang start dari posisi ketujuh. Sebuah tantangan besar karena saat itu cuaca sedang hujan, yang mempengaruhi performa banyak pembalap sejak awal perlombaan.
Dinamikanya Balapan dan Tantangan Hujan
Balapan dimulai dengan Vettel yang mengambil kendali penuh, mengatur kecepatan sejak awal. Di lap ketujuh, sebuah insiden terjadi saat Button bersenggolan dengan rekan satu timnya, Lewis Hamilton, yang membuat Hamilton terpaksa berhenti dan mengeluarkan safety car ke lintasan. Dalam situasi ini, Button mengambil keputusan penting untuk masuk pit dan mengganti ban menjadi ban intermediate.
Meski demikian, keputusan tersebut membawa Button turun ke posisi ke-12. Liuk-liuk di lintasan terus terjadi; penalti drive-through karena melanggar speed limit saat safety car memperparah situasi bagi Button, yang kemudian harus turun ke posisi 15. Namun, dengan penggunaan ban intermediate yang tepat, ia segera bangkit ke posisi delapan saat balapan berlangsung di tengah cuaca yang masih tidak menentu.
Hujan yang terus mengguyur membuat trek balapan dipenuhi genangan air, memaksa Button untuk melakukan pitstop ketiga guna berganti ke ban wet baru. Namun, suatu saat saat balapan harus dihentikan karena adanya red flag; sebuah momen yang menegangkan karena Button berada pada posisi ke-11 saat itu.
Menghadapi Kembali dan Strategi Pit Stop yang Efektif
Setelah penundaan satu jam, balapan pun dilanjutkan. Beberapa trek sudah mulai surut, dan strategi para pembalap pun ikut berubah. Dengan menggunakan ban intermediate, Jenson Button berusaha mendekati posisi terdepan. Namun, ia kembali mengalami kesulitan saat bersenggolan dengan Fernando Alonso yang membuat bannya bocor, memaksanya memasuki pit untuk kelima kalinya.
Walaupun terjebak di posisi rendah, Button menunjukkan ketahanan luar biasa. Dari lap 45 hingga lap 51, ia berhasil menanjak ke posisi delapan. Mengganti ban intermediatenya ke ban supersoft pada pit stop keenam menjadi kunci saat trek mulai mengering, ini membantunya menyusuri balapan dengan artikel elegan di trek, mengejar balik posisi yang hilang.
Di lap ke-69, rivalitasnya dengan Vettel mencapai puncaknya. Ketika Vettel, yang tampil baik sepanjang balapan, melakukan kesalahan kecil di tikungan 6, Button dengan cekatan mengambil kesempatan itu untuk menyalip dan menduduki posisi terdepan. Keberuntungan dan strategi yang matang menjadi kunci kemenangan Button di Canadian GP 2011.
Setelah enam kali pit stop, melawan beragam tantangan cuaca dan strategi, Jenson Button akhirnya berhasil menyegel kemenangan dalam balapan yang dramatis ini. Kemenangannya bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga cerminan dari dedikasi dan keahlian. Inilah mengapa Formula 1 tetap menjadi salah satu ajang olahraga paling menarik di dunia, menampilkan momen-momen dramatis yang tiada duanya.






