Deretan ruko di kawasan Tanjung Riau, Sekupang mengalami keruntuhan mendadak pada hari Jumat (3/10/2025) pada pukul 14.00 WIB, setelah hujan deras melanda area tersebut. Kejadian ini mengejutkan banyak warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Sejumlah tujuh unit ruko ambruk secara bersamaan, memicu kepanikan dan kekhawatiran di lingkungan sekitarnya. Meskipun tidak ada korban jiwa, satu unit sepeda motor dilaporkan rusak akibat tertimpa puing-puing bangunan.
Faktor Penyebab Keruntuhan Ruko
Saksi mata, Agus, mengungkapkan bahwa ia mendengar suara mirip ledakan setelah hujan berhenti. Ketika ia keluar rumah, ia melihat deretan ruko di depan tempat tinggalnya telah roboh. “Bunyinya seperti bom, keras sekali. Ternyata ruko di depan rumah saya sudah ambruk,” ungkapnya.
Kekhawatiran semakin meningkat karena di dekat lokasi terdapat Rumah Tahfiz Alquran yang biasa dipakai anak-anak untuk ngaji sore hari. “Jam tiga biasanya anak-anak sudah ngaji. Untungnya kejadian ini terjadi sebelum mereka datang,” tambah Agus. Penghuni ruko lainnya juga sempat mengalami kepanikan, di mana salah satu pemilik berteriak karena suaminya masih berada di dalam bangunan. Beruntung, bagian dari ruko yang dihuni tidak roboh seluruhnya, meski mengalami kerusakan di bagian depan.
Pengalaman Pemilik Ruko dan Tindakan Selanjutnya
Nurkholik, salah satu pemilik ruko, menceritakan bahwa ia mendapat kabar mengenai keruntuhan sekitar pukul 15.00 WIB. Ia mengungkapkan bahwa kerusakan sudah bisa diprediksi sebelumnya karena struktur bangunan yang tampak rapuh. “Rukonya sudah retak-retak, lebarnya sampai dua hingga tiga sentimeter. Kami sudah melaporkan kepada pengembang, namun belum ada tindakan,” jelas Nurkholik.
Ia membeli ruko tersebut sejak tahun 2017 dan merasa ada masalah pada kualitas konstruksi bangunan. “Jika dilihat dari bangunannya, memang kurang kuat. Sekarang semua sudah rata dengan tanah,” keluh Nurkholik. Meskipun beberapa barang dapat diselamatkan, kerugian material diperkirakan cukup besar.
Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Riyanto, menjelaskan bahwa beberapa penghuni masih berada di dalam ruko saat kejadian. Mereka sempat mendengar suara retakan sebelum berhasil keluar untuk menyelamatkan diri. “Begitu keluar, bagian depan ruko langsung runtuh. Perwakilan pemilik sudah membuat laporan terhadap pihak pengembang,” tambahnya.
Hingga hari Sabtu (4/10/2025), kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, termasuk pemilik ruko. Pihak pengembang dijadwalkan untuk dipanggil pada hari Senin (6/10) untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, juga mengkonfirmasi kejadian tersebut dan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti keruntuhan. Dalam situasi seperti ini, penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dan kualitas bangunan. Hal ini guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang, serta melindungi masyarakat dari risiko yang tidak diinginkan.






