Bintan – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bintan menargetkan 250 ribu kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2025. Ambisi ini datang setelah melihat potensi Bintan sebagai destinasi wisata yang menjanjikan, baik dari segi alam maupun budaya.
Sesuai data yang ada, hingga Agustus 2025, realisasi kunjungan baru mencapai 110 ribu orang. Ini menandakan perlunya peningkatan dan optimisasi dalam berbagai aspek. Menurut Kepala Disbudpar Bintan, Arief Sumarsono, optimisme untuk mencapai target tersebut sangat tinggi. Kuncinya terletak pada penguatan destinasi wisata serta penyelenggaraan event sport tourism yang menarik minat.
Strategi Penguatan Destinasi dan Event Sport Tourism
Arief menjelaskan, pada tahun sebelumnya, Bintan mencatatkan lebih dari 210 ribu kunjungan wisman, dan kini target 250 ribu dianggap realistis dengan strategi yang tepat. Upaya-upaya seperti peningkatan fasilitas, pengembangan destinasi unggulan, serta penyelenggaraan event-event seperti Mandiri Bintan Marathon dan Bintan Triathlon di Kawasan Wisata Lagoi menjadi fokus utama. Event-event ini menarik perhatian para atlet dan wisatawan dari berbagai negara untuk datang ke Bintan.
Berdasarkan analisis, event sport tourism bukan hanya sekadar menarik kunjungan, tetapi juga meningkatkan awareness mengenai potensi wisata Bintan di kalangan wisatawan. Menurut data terbaru, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan trend positif, meningkat dari 500 ribu menjadi 600 ribu orang hingga September 2025. Ini adalah sinyal positif bagi industri pariwisata lokal.
Pemasaran dan Promosi yang Efektif
Untuk mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara, Disbudpar Bintan menerapkan berbagai strategi promosi yang lebih modern dan terarah. Salah satunya adalah menggandeng influencer yang memiliki pengikut loyal di media sosial. Penggunaan media sosial sebagai alat promosi sangat efektif untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama kalangan milenial dan generasi Z. Selain itu, menjalin kerjasama dengan pengelola Terminal Pasir Gudang di Malaysia menambah kemudahan akses bagi wisatawan yang ingin berkunjung.
Selain itu, akses melalui Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi diharapkan akan semakin memudahkan wisman asal Malaysia untuk datang ke Bintan. Dengan semua langkah ini, optimisme dari Disbudpar Bintan untuk mencapai target 250 ribu kunjungan wisman pada tahun 2025 dianggap sangat mungkin dilakukan.
Dengan strategi yang matang dan implementasi yang tepat, Bintan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Keberhasilan ini bergantung pada kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan pariwisata.






