Pasar Sekilo yang terletak di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, saat ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Bangunan yang lama terbengkalai ini direncanakan untuk direhabilitasi pada tahun 2026 mendatang. Upaya ini diharapkan dapat mengubah fungsi pasar menjadi gedung serba guna yang lebih dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Proyek ini bukan hanya sekadar renovasi, tetapi juga merupakan tanggapan terhadap kebutuhan masyarakat yang ingin mengoptimalkan penggunaan ruang publik. Banyak warga yang beranggapan bahwa Pasar Sekilo seharusnya berfungsi lebih dari sekadar tempat jual beli, tetapi juga sebagai fasilitas umum untuk berbagai kegiatan sosial.
Transformasi Pasar Sekilo Menjadi Gedung Serba Guna
Rehabilitasi Pasar Sekilo yang akan dilakukan mencakup berbagai aspek penting. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Asy Syukri, menjelaskan bahwa proses alihfungsi pasar ini masih menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati. Hal ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang matang menjadi prioritas dalam melaksanakan program ini.
Dalam anggaran tahun depan, sekitar Rp 300 juta lebih telah dialokasikan untuk memperbaiki atap yang rusak dan membongkar lapak-lapak pedagang yang tidak terpakai. Dengan demikian, bangunan ini bisa berfungsi secara maksimal sebagai gedung serba guna. Menariknya, setelah proses rehabilitasi selesai, gedung ini direncanakan untuk digunakan dalam beragam kegiatan masyarakat, mulai dari pernikahan hingga olahraga.
Selain fungsinya yang lebih luas, gedung ini juga diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi sewa tempat. Jadi, selain meningkatkan fasilitas publik, proyek ini juga menawarkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah serta masyarakat.
Partisipasi Masyarakat dan Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah telah melakukan konsultasi yang mendalam dengan Kementerian Perdagangan sebelum memutuskan untuk mengalihfungsikan Pasar Sekilo. Keputusan ini tidak datang tanpa melibatkan suara masyarakat, yang meminta agar tempat ini bisa digunakan kembali demi kepentingan umum. Dialog yang terbuka antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi bagian penting dari proses ini.
Dengan melibatkan berbagai pihak dalam kajian, pemerintah daerah menunjukkan komitmennya pada transparansi dan keterlibatan masyarakat. Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menggarisbawahi bahwa ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan manfaat bagi warga Seri Kuala Lobam.
Proyek rehabilitasi ini tidak hanya akan memberikan ruang yang layak untuk masyarakat, tetapi juga diharapkan membawa perubahan positif dalam kualitas hidup mereka. Dengan adanya gedung serba guna yang baru, diharapkan masyarakat akan lebih memiliki tempat untuk berkumpul dan melaksanakan berbagai aktivitas bersama.
Secara keseluruhan, rehabilitasi Pasar Sekilo menjadi gedung serba guna bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan upaya menciptakan ruang yang memfasilitasi interaksi sosial dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan penuh dari pemerintah, perubahan ini diharapkan dapat membawa manfaat yang luas bagi seluruh warga di sekitar.






