Kondisi parkir di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, semakin sering dikeluhkan oleh para penumpang. Situasi parkir yang tidak teratur ini menyebabkan aktivitas keluar-masuk pelabuhan menjadi terganggu, dan dapat memengaruhi kenyamanan pengunjung.
Sebagai salah satu jalur transportasi laut yang vital di Anambas, Pelabuhan Tarempa tidak pernah sepi pengunjung. Namun, penumpang yang akan berangkat atau baru tiba sering kali harus berjuang melewati kawasan parkir yang terlihat semrawut.
Kekacauan Parkir di Pelabuhan Tarempa
Pemandangan kendaraan yang diparkir sembarangan menjadi masalah utama. Banyak penumpang, termasuk Zamiri, mengeluhkan situasi ini. Zamiri mengungkapkan bahwa saat membawa barang, sulit untuk bergerak di antara sepeda motor yang diparkir berdekatan, bahkan menutup akses keluar. “Dengan banyaknya motor yang berdempetan, saya jadi tidak bisa leluasa,” keluhnya.
Keluhan ini bukan hal baru. Pengalaman serupa dirasakan oleh banyak penumpang lainnya. Ketidaknyamanan yang dirasakan tidak hanya berimbas pada perjalanan sehari-hari tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan, terutama ketika jalur darurat terhalang oleh kendaraan parkir.
Para penumpang berharap pemerintah setempat dapat menyediakan area parkir yang lebih terorganisir. Menurut mereka, penataan yang baik akan meningkatkan kenyamanan bagi penumpang dan mengurangi kekacauan di dalam pelabuhan.
Langkah Pemerintah dalam Menyikapi Masalah Parkir
Menyikapi pengaduan tersebut, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Anambas, melalui Kepala Dinas, Abdul Kadir, mengungkapkan komitmen untuk mengambil langkah konkret. Rencana penataan area parkir akan segera diimplementasikan, diawali dengan koordinasi bersama Syahbandar Tarempa sebagai pihak pengelola pelabuhan. “Kami akan menempatkan petugas khusus di area pelabuhan untuk mengatur parkir, demi kenyamanan dan keamanan bersama,” ujarnya.
Selain tindakan jangka pendek, pembenahan jangka panjang juga sedang dipertimbangkan. Rencana untuk memisahkan area parkir sepeda motor dari mobil dapat menjadi solusi yang efektif. Namun, Abdul Kadir juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan yang ada. “Jika tidak ada disiplin dari masyarakat, masalah ini tidak akan terpecahkan,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan Pelabuhan Tarempa dapat segera bertransformasi menjadi lokasi yang lebih tertib, nyaman, dan aman untuk semua pengunjung. Diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung perubahan ini agar keseluruhan pengalaman berkunjung ke pelabuhan menjadi lebih baik.






