Sebanyak 28.512 ekor ayam hidup yang berasal dari Bintan telah berhasil diekspor ke Singapura melalui Pelabuhan Sripayung pada Rabu malam. Kegiatan ekspor ini semakin mengukuhkan posisi daerah tersebut sebagai salah satu penghasil ayam hidup yang berkualitas tinggi di Indonesia.
Tahukah Anda bahwa ekspor ayam hidup ini dilakukan menggunakan kapal yang disebut Regent Libra? Sebelum dimuat, setiap kontainer berisi ayam disemprot air untuk menjaga kondisi ayam tetap segar selama perjalanan laut yang memakan waktu sekitar 10 jam. Praktik ini sangat penting bagi para pelaku industri untuk memastikan kualitas produk yang sampai di tangan konsumen.
Proses Ekspor Ayam yang Teliti
Proses ekspor ayam hidup tidak semudah yang dibayangkan. Setiap tahapan memerlukan perhatian dan ketelitian. Vice President Head of Feed Operation di salah satu perusahaan ternama di bidang peternakan, Anwar Tandiono, menjelaskan bahwa ada enam kontainer dengan ribuan ayam hidup yang dikirim dalam perjalanan kali ini. Kualitas ayam sebagai salah satu komoditas ekspor sangat bergantung pada proses pemeliharaan dan pengiriman yang tepat. Faktor kesehatan juga menjadi prioritas utama, sehingga pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala sebelum ekspor.
Dengan tinggi permintaan ayam dari Singapura, perusahaan tersebut harus berhati-hati agar kebutuhan stok di pasaran lokal tetap terpenuhi. Saat ini, produksi ayam dari kandang di Bintan mencapai 400 ribu ekor per bulan, namun target peningkatan produksi hingga 600 ribu sampai 800 ribu ekor per bulan diharapkan dapat membuka peluang ekspor lebih rutin di masa depan. Strategi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial terhadap pasar domestik.
Strategi Meningkatkan Produksi dan Menjaga Kesehatan Ayam
Berdasarkan wawancara dengan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Iwan Berri Prima, ditekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang ketat terhadap ayam yang akan diekspor. “Kita sudah lakukan pemeriksaan. Hasilnya semua sehat,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas dan kesehatan hewan adalah prioritas utama yang dijaga dengan seksama.
Perusahaan mengadopsi teknologi terbaru dalam proses pemeliharaan ayam. Dengan adanya peningkatan dalam teknologi pakan dan manajemen kesehatan, diharapkan prosedur pemeliharaan ayam akan lebih efisien dan menghasilkan produk akhir yang berkualitas. Dalam konteks ini, penting bagi setiap pihak terlibat dalam industri untuk secara aktif berkolaborasi demi kemajuan bersama. Pelaku industri, peternak, dan pemerintah harus bersinergi agar setiap proses berjalan dengan baik dan hasilnya dapat dinikmati oleh semua.
Semua upaya ini, tentu saja, juga bertujuan untuk menciptakan kepercayaan dari negara tujuan ekspor, termasuk Singapura. Tingginya permintaan ayam hidup di negara tersebut menunjukkan adanya potensi besar bagi sektor peternakan lokal, bukan hanya dalam hal ekspor tetapi juga pengembangan industri secara menyeluruh. Saat produksi meningkat, diharapkan ada lebih banyak perusahaan yang melakukan ekspor, memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional.






