Pembangunan Masyarakat Pesisir Melalui Bantuan Nelayan – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan, melakukan kunjungan ke nelayan di Pulau Kasu, Batam. Kunjungan ini bertujuan untuk menyerahkan bantuan kepada 414 nelayan tradisional di daerah tersebut, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Bantuan yang diberikan mencakup alat tangkap dan akses perlindungan sosial, menunjukkan komitmen serius dari Pemerintah Provinsi Kepri dalam mendukung sektor perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Sektor ini menjadi vital bagi kehidupan masyarakat setempat sekaligus berfungsi dalam menjaga kelestarian sumber daya laut.
Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Melalui Bantuan Alat Tangkap
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ansar dan Ketua DPRD Iman Sutiawan melakukan penyerahan simbolis bantuan alat tangkap, termasuk 1.000 buah bubu ketam dan 1.600 kilogram jaring PE. Bantuan tersebut akan sangat berperan penting dalam produksi perikanan, memperluas jangkauan nelayan untuk menangkap ikan dan meningkatkan hasil tangkapan mereka.
“Kehadiran kami hari ini bukan sekadar simbolis. Ini adalah bagian dari komitmen bahwa negara hadir untuk menyejahterakan masyarakat pesisir,” jelas Gubernur. Langkah ini diharapkan dapat mendorong produktivitas, sekaligus mempertegas posisi nelayan sebagai penjaga laut yang harus dilindungi.
Sebanyak 200 gulung kawat bubu juga diserahkan kepada 100 nelayan, membantu mereka dalam perbaikan dan pembuatan alat tangkap secara mandiri. Dengan tambahan 35 unit sampan fiber bermesin, mobilitas nelayan di laut akan semakin efisien, memudahkan mereka dalam mencari ikan.
Dukungan Sosial dan Ekonomi untuk Masyarakat Pesisir
Selain dalam aspek alat tangkap, perhatian juga diberikan pada perlindungan kerja. Tercatat, 183 nelayan dari Pulau Kasu telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, memberikan jaminan sosial dalam hal risiko kecelakaan atau meninggal dunia saat bekerja di laut. Hal ini menandakan langkah strategis untuk mendukung nelayan agar merasa lebih aman dalam menjalankan aktivitas mereka.
Di sisi lain, bantuan juga mengalir untuk sektor budidaya. Sepuluh pembudidaya ikan di Pulau Kasu menerima bantuan bibit ikan kerapu cantang dan pakan ikan yang cukup memadai. Ini menunjukkan pentingnya diversifikasi ekonomi, di mana budidaya dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan, tidak hanya sekadar mengandalkan hasil tangkapan laut.
Gubernur Ansar menekankan bahwa semua bantuan ini merupakan langkah dalam menciptakan kebijakan yang pro-rakyat. “Kami ingin agar masyarakat pesisir tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dengan potensi yang mereka miliki,” ungkapnya.
Dengan nilai total anggaran mendekati Rp4 miliar dan jumlah penerima bantuan mencapai 1.497 orang di Batam, program ini berfungsi sebagai langkah nyata bagi pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir serta mendorong penyebaran pembangunan yang lebih merata.






